ANALISIS KONTRIBUSI SEKTOR KOMODITAS KARET TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN BANYUASIN TAHUN 2016-2021

Authors

  • Muhamad Zulhan Fikri Zulhan Brawijaya University
  • Nurul Badriyah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Keywords:

Contribution of Rubber Commodities, Economic Growth, Banyuasin Regency

Abstract

This research aims to analyze the contribution of the rubber commodity sector to the economic growth of Banyuasin Regency from 2016 to 2021, along with the specialization level of this sector. The study employs a quantitative research method designed to illustrate correlations with appropriate reliability and priority levels. Analytical methods utilized include Location Quotient (LQ) and Shift-share (SS). Secondary data for the research are sourced from the Central Statistics Agency (BPS) of Banyuasin Regency and South Sumatra Province. The findings reveal that, among the 21 sub-districts in Banyuasin Regency, a majority exhibit rubber plantation as their primary sub-sector, evident from the average LQ calculations. The LQ and Shift-share results, where LQ>1 and PPW>0, indicate that 10 sub-districts serve as the base sectors for the rubber commodity, positively impacting the economy of Banyuasin Regency. Moreover, six sub-districts with LQ>1 and PPW<0 show that high production values and rubber plantation mobility contribute negatively due to less effective supporting mobility, thereby preventing high yields from translating into positive economic values for Banyuasin Regency. Additionally, five sub-districts with LQ<1 signify that rubber plantations have not yet emerged as leading sectors in these areas.

References

Adisasmita, R. (2006). Pembangunan Pedesaan Dan Perkotaan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Adelina. (2022). Analisis Peran Sektor Pertanian terhadap Perekonomian Provinsi Lampung Tahun 2000-2019. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

Adisasmita, R. (2014). Pengelolaan Pendapatan dan Anggaran Daerah.

Yogyakarta: Graha Ilmu.

Adisasmita, R. (2014). Pertumbuhan Wilayah dan Wilayah Pertumbuhan.

Yogyakarta: Graha Ilmu.

Adisasmita, R. (2015). Pembangunan Wilayah. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Adisasmita, R. (2015). Teori Pertumbuhan Kota. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Arifin, B, Wicaksono, E, Tenrini, R. H, Wardhana, I. W, Setiawan, H, Damayanty,

S. A, & Handoko, R. (2020). Village fund, village-owned-enterprises, and employment: Evidence from Indonesia. Journal of Rural Studies, 79, 382– 394. https://doi.org/10.1016/j.jrurstud.2020.08.052.

Arsyad, L. (1999). Pengantar Perencanaan dan Pembangunan Ekonomi Daerah.

Yogyakarta: BPFE.

Arsyad, L. (2010). Ekonomi Pembangunan. STIM YKPN, Yogyakarta.

Badan Pusat Statistik. (2016). Kabupaten Banyuasin dalam Angka 2016. Kabupaten Banyuasin: Badan Pusat Statistik.

Badan Pusat Statistik. (2022). Kabupaten Banyuasin dalam Angka 2022. Banyuasin: Badan Pusat Statistik.

Badan Pusat Statistik. (2022). Statistik Perkebunan Indonesia 2021. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Bakce D, Syahza A, & Hamlin N. (2015). Strategi pengembangan industri hilir karet alam di Provinsi Riau. Prosiding Seminar Nasional dan Kongres ISEI XIX. BAPPEDA. (2022). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Tahun 2016-2021. Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur: BAPPEDA.

Budiharsono, & Sugeng. (2001). Teknik Analisis Pembangunan Wilayah Pesisir dan Lautan. Jakarta: PT Pradnya Paramita.

Burhan, B. (2009). Metodologi Penelitian Kuantitatif: Komunikasi, Ekonomi, dan Kebijakan Publik Serta Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kencana.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (Fifth edition). Los Angeles : SAGE.

Dewi, R. K. (2018). Analisis Potensi Wilayah Pengembangan Ternak Ruminansia di Kabupaten Lamongan, Jurnal Ternak, 9(2), 5-11.

Dinamika Pertumbuhan Ekonomi Indonesia. (2018). Komposisi Sektor dan Peta Pertumbuhan Ekonomi. Badan Pusat Statistik.

Dixon, P. B, Parmenter, B. R, Sutton, J, & Vincent, D. P. (2015). ORANI-G: a general equilibrium model of the Australian economy. Springer.

Duranton, G, & Puga, D. (2001). Nur5sery cities: Urban diversity, process innovation, and the life cycle of products. American Economic Review, 91(5), 1454–1477.

https://www.aeaweb.org/articles?id=10.1257/aer.91.5.1454

Gultom, R. M. (2012). Pengaruh Produktivitas Lahan Dan Nilai Tambah Terhadap Daya Saing Komoditas Minyak Kelapa Sawit Indonesia. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 10.

Hausmann, R, Hwang, J, & Rodrik, D. (2007). What you export matters. Journal of Economic Growth, 12, 1–25. https://doi.org/10.1007/s10887-006-9009-4

Isbah, U. (2016). Analisis Peran Sektor Pertanian Dalam Perekonomian Dan Kesempatan Kerja Di Provinsi Riau. Jurnal Sosial Ekonomi Pembangunan, 8(19), 45–54.

Kementerian Pertanian RI. (2018). Peraturan Menteri Pertanian No 472 Tahun 2018. Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Made Suyana, U. (2013). Potensi Dan Peningkatan Investasi Di Sektor Pertanian Dalam Rangka Peningkatan Kontribusi Terhadap Perekonomian Di Provinsi Bali. Buletin Studi Ekonomi, 18(1).

Moleong. (2011). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosda.

Ningrum, Z. S. (2020). Analisis Sektor Basis Pertanian dalam Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Sulawesi Selatan.

https://digilibadmin.unismuh.ac.id/upload/12496-Full_Text.pdf.

Perdana, R. P. (2020). Kinerja Ekonomi Karet dan Strategi Pengembangan Hilirisasinya di Indonesia. Forum penelitian Agro Ekonomi, 37(1), 25. https://doi.org/10.21082/fae.v37n1.2019.25-39

Perizade B, & Andy Mulyana. (2014). Strategi Percepatan Pengembangan Industri Hilir Karet Dan Kelapa Sawit Di Sumatera Selatan. Jurnal Manajemen Dan Bisnis Sriwijaya (JMBS), 12(2).

Priyarsono, D.S, Sahara, & Muhammad, F. (2007). Ekonomi Regional. Universitas Terbuka. Jakarta.

Purba Bonaraja, Muhammad Fitri Rahmadana, Edwin Basmar, Diana Purnama Sari, Antonia Klara, Darwin Damanik, Annisa Ilmi Faried, Darwin Lie, Nadia Fazira, Noni Rozaini, Rahman Tanjung, & Nur Arif Nugraha. (2021). Ekonomi pembangunan (1st ed.). Yayasan Kita Menulis.

R. Jumiyanti, K. (2018). Analisis Location Quotient dalam Penentuan Sektor Basis dan Non Basis di Kabupaten Gorontalo. Gorontalo Development Review, 1(1), 29. https://doi.org/10.32662/golder.v1i1.112

Ridlo, A, R, & Susilowati, D. (2018). Analisis Sektor Pertanian, Kehutanan, Perikanan terhadap PDRB di Kabupaten Lamongan, Jurnal Ilmu Ekonomi, 2(1), 14-25.

Ruswandi, A, Rustiadi, E, & Mudikdjo, K. (2007). Dampak Konversi Lahan Pertanian Terhadap Kesejahteraan Petani dan Perkembangan Wilayah: Studi Kasus di Daerah Bandung Utara. Jurnal Agro Ekonomi, 25(2), 207– 219.

Santoso, S, Natanael, A, Griselda, A, Khoirunnisa, J, Simanjuntak, M, Bagus, A. R, & Merry, L. Z. (2021). Analysis of Business Process Reengineering and Export Platform in Supporting Business Exports of Creative Economy Players in the Micro, Small and Medium Business in Culinary Sub-sector. Journal of Economics, Business, and Government Challenges, 4(1), 32–49

Sirait, M. S. (2019). Analisis Peran Sektor Pertanian Terhadap Perekonomian Wilayah Di Kabupaten Karo. Universitas Sumatera Utara. https://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/19705

Sirojuzilam, S. (2008). Analisis Ketimpangan Ekonomi Wilayah Barat dan Wilayah Timur Provinsi Sumatera Utara dan Kaitannya dengan Perencanaan Wilayah. Doctoral Dissertation, Universitas Sumatera Utara. https://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/50496

Sjafrizal. (2008). Ekonomi Regional Teori dan Aplikasi. Padang: Baduose Media.

Sofianto. (2015). Analisis Peran Sektor Pertanian Dalam Pembangunan Daerah.

Subandi. (2012). Ekonomi Pembangunan (2nd ed.). Jakarta : Alfabeta.

Sudrajat, Edy. (2017). Analisis Location Quotient tentang Potensi Pengembangan Sapi Rakyat di Kabupaten Gowa. Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.

Sofiyanto. (2015). Analisis Peran Sektor Pertanian dalam Pembangunan Daerah di Kabupaten Batang (Pendekatan Location Quotient dan Shift Share Analysis). Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: CV. Alfabeta.

Syafruddin, S. (2012). Analisis Shift-share dalam Mengetahui Sektor Basis di Kabupaten Banyumas. Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis, 1(1), 1–16.

Syarifa LF, Agustina DS, Nancy C, & Supriadi M. (2016). Dampak rendahnya harga karet terhadap kondisi sosial ekonomi petani karet di Sumatera Selatan. 34(1), 119–126.

Tarigan R. (2005). Ekonomi Regional Teori dan Aplikasi (4th ed.). Jakarta: PT Bumi Aksara.

Thohir, S. (2013). Analisis Sektor Pertanian Dalam Struktur Perekonomian Di Kabupaten Kulon Progo. Economics Development Analysis Journal, 2(3). https://doi.org/10.15294/edaj.v2i3.1986

Undang – Undang No. 6 Tahun 2002 Pembentukan Kabupaten Banyuasin Di Provinsi Sumatera Selatan.

Undang—Undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, Otonomi Daerah.

Wijayanto, B. (2019). Teori Pertumbuhan Endogenous. Indonesia; International Institute of Social Studies.

Yuli Wibowo. (2011). Strategi Pengembangan Klaster Industri Rumput Laut Yang Berkelanjutan. Jurnal Agritek, 12(1).

Downloads

Published

2024-04-03

Issue

Section

Articles